|
Page 1 of 11 Saya menulis tentang Perdikan Cahyana dan Sejarah Perkembangan Agama Islam di Bumi Cahyana ini bertujuan agar saya sendiri pada khususnya dan para mayarakat yang tinggal di Cahyana serta lingkungan sekitar pada umumnya dapat mengetahui dengan paham dan jelas tentang kisah-kisah yang terjadi di Perdikan Cahyana. Selain itu, dengan penulisan ini semoga dapat memberikan kita pelajaran yang berharga untuk lebih beriman kepada Allah dengan sebenar-benar iman dan mencontoh semangat dari para leluhur kita dalam berislam dan menyebarkan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Daerah Perdikan Cahyana berada di Kecamatan Karangmoncol dan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Di Kecamatan Karangmoncol ada 13 daerah perdikan, diantaranya : Grantung Andhap, Grantung Kidul, Grantung Gerang, Grantung Lemah Abang, Grantung Kauman, Pekiringan Kauman, Pekiringan Lama, Pekiringan Anyar, Pekiringan Bedhahan, Tajug Lor, Tajug Kidul, Rajawana Lor, dan Rajawana Kidul. Sementara itu, 8 desa yang terdapat di Kecamatan Rembang, diantaranya : Makam Wadhas, MakamBantal, MakamTengah, Makam Dhuwur, Makam Kidul, Makam Jurang, Makam Panjang, dan Makam Kamal. Status Perdikan dihapus oleh pemerintah Republik Indonesia pada masa Orde Lama. Berakhirnya kekuasaan 21 orang demang diyakini oleh masyarakat bahwa para demang telah melanggar piagam dan wewaler perdikan. Selain itu, mereka berbuat tidak adil serta memperkaya diri sehingga mereka harus diturunkan. Penghapusan desa-desa perdikan telah mengubah status tanah dari keputihan menjadi tanah pamajegan. Dengan kata lain, tanah tersebut menjadi tanah negara. Tanah-tanah keputihan di daerah Perdikan Cahyana adalah tanah-tanah bebas pajak yang diluluskan oleh Sultan Demak dan dilestarikan oleh para Raja Jawa sesudahnya dan pemerintahan Kolonial Belanda. Saya mendapatkan cerita ini dari beberapa masyarakat yang mengetahui cerita ini dan dari buku yang dijual di sekitar ziarah kubur para Wali yang dimakamkan di Cahyana. Serta mendapatkan artikel di internet yang ditulis Sugeng Priyadi. Artikel tersebut dengan sumber atau daftar pustaka sebagai berikut dan dapat anda download disini.
|