Newsflash

Catatan Kuliah
Google Ads
Google Search
Login Form
| Kelas dan Method |
|
|
|
| Written by Sarwono | ||||||
| Thursday, 30 April 2009 02:22 | ||||||
|
Kelas merupakan salah satu konsep fundamental pemrograman berorientasi objek. Kelas dapat dilustrasikan untuk menciptakan objek. Definisi kelas terdiri atas dua komponen, yaitu deklarasi kelas dan body kelas. Deklarasi kelas merupakan baris pertama di suatu kelas, dan minimal mendeklarasikan nama kelas. Sedangkan body dideklarasikan setelah nama kelas dan berada di antara kurung kurawal. Misalnya : //deklarasi kelas Public class ContohKelas { //body kelas } Selain itu, kelas juga merepresentasikan nama file kode program, dan sifatnya adalah case-sensitive. Kegunaan utama Konstruktor adalah untuk menetapkan status awal manakala objek diciptakan. Dalam pendeklerasian konstruktor, nama konstruktor harus sama dengan nama kelas, boleh memiliki argument lebih dari satu atau tidak sama sekali, dan konstruktor tidak boleh mengembalikan suatu nilai. Misalnya : Public class ContohKelas { //konstruktor Public ContohKelas { } } Seperti halnya kelas, method juga memiliki dua bagian utama dalam definisi method, yaitu deklarasi dan body method. Deklarasi method mendefinisikan semua atribut method, seperti level akses, tipe kembalikan (jika ada), dan argument-argumen (jika ada). Method sendiri terbagi atas beberapa method, di antaranya : 1. Method Main Method Main merupakan method khusus yang berperan sebagai entry point pada aplikasi. Setiap kelas di suatu aplikasi boleh memiliki method main, namun hanya satu yang ditetapkan untuk di eksekusi saat aplikasi dijalankan. Contoh Method Main: Public static void main (String[] args) { System.out.println(“Hallo Sarwono”) //isi method main } 2. Modifier Method Modifier dari sebuah method dapat terdiri atas nol atau lebih keyword modifier, sepreti public, protected, atau private. Modifier ini berguna membantu kelas mendefinisikan suatu kontrak, sehingga client dapat mengetahui layanan=layanan yan ditawarkan oleh kelas. Contoh : Class Test{ Public static void sayHello(){ System.out.println(“Hello”); } Public static sayNo(){ System.out.println(“no”); } } 3. Variable Lokal Sebelum variable local dapat digunakan, ia harus diinisialisasi terlebih dahulu. Kondisi ini berbeda dengan variable kelas, dimana secara otomatis akan diisialisasi. Penggna variable lokal yang tanpa diinisialisasi akan mengakibatkan kesalahan pada saat kompilasi. 4. Overloading Method Overloading method adalah kemampuan untuk mendefinisikan beberapa method di sebuah kelas dengan nama sama. Aturan dasar overloading adalah jumlah atau tipe argument harus berbeda. Apabila jumlah dan tipe argument sama, maka urutannya harus berbeda. Contoh : int Test () { return 1; } int Test () { return a; } int Test (double a, int b) { return b; } int Test (int i, double j) { return i; } //ini akan error, sudah didefinisikan di method sebelumnya void Test (int x, double y){ }
Sumber : Prasetyo, Dwi D. 2007. “150 Rahasia Pemrograman Java”. Jakarta : Penerbit PT Elex Media Komputindo.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.20
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Last Updated on Thursday, 30 April 2009 02:57 |







